Post Details

research
  • 12 Agu 2026

SMART WASTE SCHOOL Dorong Siswa SMKN 1 Sukanagara Kenali Pengelolaan Sampah Berkelanjutan | Tim KKN-T Inovasi IPB University Kelompok CIANJURKAB08 Tahun 2026

CIANJUR — Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan sampah
dilakukan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) IPB University
Kelompok CIANJURKAB08 melalui program SMART WASTE SCHOOL di SMKN 1
Sukanagara. Kegiatan ini mengajak siswa mengenali permasalahan sampah sekaligus
mempelajari berbagai upaya pemanfaatan kembali limbah melalui edukasi, demonstrasi, dan
praktik langsung.
Program SMART WASTE SCHOOL dirancang sebagai sarana pembelajaran lingkungan yang
menghubungkan materi dengan persoalan sampah yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya pemilahan sampah serta penerapan
prinsip reduce, reuse, dan recycle sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah dan
meningkatkan pemanfaatan material yang masih memiliki nilai guna.
Salah satu materi yang diberikan adalah pengolahan limbah organik melalui pembuatan Bio
Eco-Enzyme. Siswa diperkenalkan pada bahan yang dapat digunakan, komposisi bahan, serta
tahapan pembuatannya.

 

Materi tersebut kemudian diperkuat melalui demonstrasi sehingga siswa dapat memahami
hubungan antara pemilahan limbah organik dan upaya pemanfaatannya kembali menjadi
produk yang memiliki nilai guna.

 

 

Selain limbah organik, program ini mengangkat persoalan limbah styrofoam yang termasuk
material berbasis polimer dan sulit terurai secara alami. Siswa diberikan pemahaman mengenai
karakteristik styrofoam, struktur polimer penyusunnya, serta dampak keberadaannya terhadap
lingkungan.

 

 

Melalui edukasi pemanfaatan limbah styrofoam, siswa diajak melihat bahwa material yang
telah digunakan tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diarahkan untuk
dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

 

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi,
demonstrasi, dan evaluasi. Siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan
berdiskusi mengenai permasalahan sampah yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut membuat materi pengelolaan sampah tidak hanya disampaikan secara
teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Kepala SMK Negeri 1 Sukanagara, Ati Setiawati, S.P., S.Pd., M.P., menyampaikan
apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada
mahasiswa KKN-T IPB 2026 yang sudah melaksanakan sosialisasi kegiatan bagaimana
mengelola sampah organik dan anorganik, baik itu kegiatan pembuatan Bio Eco-Enzyme, dan
juga bagaimana cara mengelola secara terpadu limbah sampah styrofoam. Semoga kerja sama
ini bisa berlanjut terus dan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi murid-murid kami,” ujarnya.
Pemahaman peserta kemudian dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil
pengolahan data, rata-rata nilai pre-test dari 45 peserta sebesar 57,78%, sedangkan rata-rata
nilai post-test dari 31 peserta sebesar 62,26%. Secara deskriptif, rata-rata nilai evaluasi
meningkat sebesar 4,48 poin persentase. Perbedaan jumlah peserta pada kedua evaluasi
menjadi pertimbangan dalam interpretasi hasil, sehingga peningkatan tersebut digunakan
sebagai gambaran perubahan capaian evaluasi secara keseluruhan, bukan sebagai pengukuran
perubahan individu peserta.
Antusiasme terhadap kegiatan juga disampaikan oleh salah satu siswi SMK Negeri 1
Sukanagara. Ia mengungkapkan apresiasinya kepada mahasiswa KKN-T IPB 2026 karena telah
memberikan pengetahuan mengenai sampah dan cara pengelolaannya. “Kami mengucapkan
terima kasih kepada mahasiswa KKN-T IPB 2026 yang telah memberikan pengetahuan tentang
sampah dan pengelolaannya. Kami merasa senang sekali dan mendapatkan pengetahuan baru
dari kegiatan ini. Terima kasih,” ujarnya.
Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa materi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah
dan pemanfaatan limbah masih menjadi bagian penting untuk terus diperkuat. Kegiatan edukasi
di sekolah diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya, mengurangi penggunaan
produk sekali pakai, serta memanfaatkan kembali material yang masih dapat digunakan.
Program SMART WASTE SCHOOL menjadi salah satu bentuk pendekatan edukatif dalam
mengenalkan pengelolaan sampah kepada generasi muda. Keterlibatan siswa diharapkan dapat
menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih
bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pengetahuan mengenai Bio
Eco-Enzyme dan karakteristik limbah styrofoam juga dapat menjadi bekal bagi siswa untuk
mengenali potensi pemanfaatan limbah di lingkungan sekitarnya.
Melalui pelaksanaan program tersebut, Tim KKN-T Inovasi IPB University Kelompok
CIANJURKAB08 berupaya mendorong terbentuknya kesadaran bahwa pengelolaan sampah
merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik
diharapkan dapat membuat siswa tidak hanya memahami permasalahan sampah, tetapi juga
mampu mengenali langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan
memanfaatkan kembali sampah secara lebih bijak.

 

Kata kunci: SMART WASTE SCHOOL; pengelolaan sampah; Bio Eco-Enzyme; styrofoam;
edukasi lingkungan.